JAKARTA,OTONOMINEWS.ID — Anggota DPR RI, Nevi Zuairina Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menegaskan pentingnya transformasi menyeluruh pada ID FOOD agar benar-benar menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional sekaligus penggerak ekonomi rakyat di desa. Penegasan ini disampaikannya dalam forum rapat kerja bersama DPR RI melalui Komisi VI DPR RI, yang membidangi urusan BUMN, perdagangan, dan industri.
Menurut Nevi, capaian kinerja ID FOOD patut diapresiasi, namun tantangan pangan nasional ke depan menuntut langkah yang lebih konkret dan terukur. Ia menekankan bahwa transformasi tidak boleh berhenti pada perbaikan struktur organisasi, melainkan harus menyentuh tiga titik krusial: penguatan produksi dalam negeri, pembenahan distribusi nasional, dan pelibatan koperasi desa sebagai simpul distribusi yang dekat dengan masyarakat.
“ID FOOD harus diarahkan menjadi penggerak produksi domestik. Ketergantungan impor harus ditekan dengan membangun ekosistem kemitraan yang kuat bersama petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal,” tegas politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu.
Ia menilai, tanpa penguatan dari hulu, upaya stabilisasi harga di hilir akan selalu menghadapi kendala. Karena itu, kemitraan produksi menjadi fondasi utama agar suplai pangan nasional lebih terjamin, berkelanjutan, dan berpihak pada pelaku usaha dalam negeri.
Di sisi lain, Nevi menyoroti masih adanya persoalan klasik dalam sistem distribusi pangan, mulai dari keterbatasan gudang, armada logistik, hingga belum optimalnya rantai pendingin (cold chain) yang menyebabkan food loss cukup tinggi. Kondisi ini, menurutnya, berkontribusi pada disparitas harga antarwilayah.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












