Nevi Zuairina: Rencana Impor Mobil Operasional Koperasi Merah Putih Perlu Dikaji Hati-Hati

Nevi Zuairina: Rencana Impor Mobil Operasional Koperasi Merah Putih Perlu Dikaji Hati-Hati
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nevi Zuairina, Menyamapaikan pandangan terhadap Mobil Operasional Koperasi Merah Putih. (Foto:ist.)
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nevi Zuairina, menilai rencana pemerintah melalui PT Agrinas untuk mengimpor mobil operasional bagi Koperasi Merah Putih perlu ditelaah secara cermat dan penuh kehati-hatian.

Menurut Nevi, kebijakan tersebut harus mempertimbangkan kondisi industri otomotif nasional yang saat ini telah memiliki kapasitas produksi yang cukup signifikan, baik untuk kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga ringan.

Ia menegaskan bahwa sepanjang kebutuhan dan spesifikasi teknis kendaraan yang dimaksud tersedia di dalam negeri, maka produk dari industri nasional seharusnya menjadi pilihan utama.

Baca Juga :  Bank Himbara Bakal Cairkan Pinjaman untuk 1.000 Kopdes Merah Putih Pekan Depan

“Prinsip dasarnya adalah kebutuhan nasional harus diutamakan dipenuhi oleh industri dalam negeri sepanjang kapasitas dan spesifikasinya tersedia,” ujar Nevi dalam keterangannya di Jakarta.

Legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II tersebut menjelaskan bahwa berbagai pabrikan otomotif yang beroperasi di Indonesia saat ini telah memiliki fasilitas manufaktur dengan tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN yang terus meningkat. Hal itu menunjukkan kemampuan produksi nasional yang semakin kompetitif dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Baca Juga :  Kabupaten Solok Raih Penghargaan Nasional, Tercepat Bentuk Koperasi Merah Putih di Sumbar

Nevi menambahkan, sebelum kebijakan impor kendaraan diputuskan, pemerintah perlu melakukan evaluasi objektif terkait beberapa aspek penting, di antaranya apakah jenis kendaraan yang dibutuhkan benar-benar belum tersedia di dalam negeri, apakah kapasitas produksi nasional tidak mencukupi, serta apakah harga dan spesifikasi teknis yang dibutuhkan koperasi tidak dapat dipenuhi oleh produsen lokal.

Ketua Kelompok Fraksi PKS di Komisi VI DPR RI itu juga mengingatkan bahwa kebijakan impor kendaraan memiliki implikasi luas terhadap industri otomotif nasional, tenaga kerja, serta rantai pasok industri dalam negeri.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *