Tunjangan DPRD DKI Jakarta Tembus Rp150 Juta Per Bulan dan Belum Direvisi!

Tuntutan Rakyat Tidak Digubris!

Tunjangan DPRD DKI Jakarta Tembus Rp150 Juta Per Bulan dan Belum Direvisi!
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – DPRD DKI Jakarta belum melakukan reformasi/merevisi besaran tunjungan yang mereka kantongi, meskipun mahasiswa sudah melakukan protes melalui aksi demo. Padahal DPR sudah melakukan revisi tunjangan sesuai tuntutan rakyat, sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Sederet tunjangan DPR dipangkas dan kini hanya menerima take home pay DPR per bulan yakni Rp65.595.730 (Rp65,5 juta) Jumlah ini lebih kecil atau kalah besar dari DPRD DKI Jakarta yang per bulannya menerima sekitar Rp135 juta.

Baca Juga :  Gani Suwondo Lie Resmi Jadi Anggota DPRD DKI Gantikan Brando Susanto yang Wafat

Arkam (54), merupakan warga Kebon Sirih Jakarta Pusat, mengatakan bahwa anggaran yang diterima anggota DPRD DKI Jakarta sungguh sangat mengganggu perasaan warga, dan ini seharusnya menjadi pelajaran bagi pemilih untuk menentukan wakilnya agar lebih cerdas yang tidak mementingkan pribadi.

Yang menjadi sorotan adalah sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) yang menyedot uang rakyat hingga Rp161 miliar. Dana sosper ini dituding sebagai tunjangan terselubung karena tak bermanfaat buat warga Jakarta.

Baca Juga :  Diduga Menghasut Pelajar Anarkis saat Demo, Delpedro Marhaen Diciduk Polda Metro Jaya

“Saya pernah diundang sosper, saya gak paham apa maksudnya, cuma dikasih Rp30 ribu doang,” ungkap Arkam, Senin (8/9/2025).

Anggaran yang melekat pada DPRD DKI Jakarta memang menjadi yang paling besar se-Indonesia, bahkan lebih besar dibanding tunjangan DPRD RI.

Berikut Rinciannya:

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *