Perlu diketahui, Jusuf Rizal merupakan wartawan senior dari Harian Kedaulatan Rakyat Biro Jakarta tahun 80-90-an. Ia merupakan wartawan kritis dan idealis, yang ikut menyelamatkan Harian Kedaulatan Rakyat sehingga terbit terus, saat sejumlah wartawannya eksodus ke Harian Yogyapos, Bernas dan media lokal lainnya di Yogyakarta.

Selaku mantan wartawan di harian tertua di Indonesia itu, Jusuf Rizal menilai penting agar Harian Kedaulatan Rakyat (KR) bicara dan memberikan bukti. Pria aktivis penggiat anti korupsi, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu menyebutkan, KR memiliki arsip yang bagus.
“Jika memang pernah memuat dalam iklan ada nama Jokowi, akan mampu ikut mengurai kasus ijasah Jokowi yang tak kunjung selesai,” papar Jusuf Rizal yang menilai kasus ijasah Jokowi terlalu berlarut-larut padahal mudah untuk menyelesaikannya.
Pemuatan iklan pengumuman kelulusan mahasiswa UGM di Harian Kedaulatan Rakyat tahun 1980 mudah ditelusuri lewat bagian iklan saat itu. Bagian iklan yang biasa terima pemasangan iklan tentu tau dan bisa memberi keterangan dan kesaksian.
“Mudah-mudahan masalah kisruh ijasah Jokowi cepat selesai, sebab urusan sepele membuat energi bangsa terkuras, “tutur Jusuf Rizal, pria yang juga Ketum Indonesian Journalist Watch (IJW) itu.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












