KABUPATEN SOLOK, OTONOMINEWS.ID— Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Solok menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Aula Gedung Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kabupaten Solok, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan struktur partai, konsolidasi relawan, serta penyelarasan program kerja PKS dengan berbagai pihak dalam rangka melayani dan membangun masyarakat Kabupaten Solok.
Rakerda dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumatera Barat, H. Ulyadi, Lc., MA., yang hadir didampingi oleh Tasnidar dan Ketua BPPN Deni Mahesarani. Turut hadir Wakil Bupati Solok H. Candra, yang juga merupakan Ketua DPD PKS Kabupaten Solok, serta seluruh anggota legislatif dan jajaran pengurus DPTD PKS Kabupaten Solok.
Dalam arahannya, H. Ulyadi menegaskan bahwa dalam enam bulan ke depan PKS akan memfokuskan seluruh kekuatan pada agenda pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Ia menginstruksikan agar seluruh program kerja partai disinergikan dengan kebutuhan dan pelayanan masyarakat terdampak.
“Presiden PKS telah menginstruksikan agar enam bulan ke depan kita fokus pada agenda pemulihan dan pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana. Seluruh program PKS, baik Sakti, Kembara, Join PKS, Jawara, hingga program digital, harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ulyadi.
Pada kesempatan tersebut, PKS juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, NGO, hingga masyarakat secara luas.
“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah turun langsung membantu masyarakat hingga proses pemulihan berjalan. PKS berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam kerja-kerja kemanusiaan ini,” tambahnya.
Menguatkan Jati Diri Masyarakat Minangkabau
Ketua DPW PKS Sumbar tersebut juga menyoroti karakter khas masyarakat Sumatera Barat yang dikenal religius, intelektual, dan mandiri. Menurutnya, nilai religius yang tercermin dalam falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) perlu terus diperkuat.
“PKS ingin Sumatera Barat kembali melahirkan ulama-ulama besar, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Ini harus disiapkan sejak dini melalui pendidikan agama yang kuat dan berjenjang,” tegas Ulyadi.
Ia mengajak para kader dan orang tua untuk memberikan perhatian serius pada pendidikan keagamaan anak-anak, mulai dari pesantren hingga jenjang pendidikan tinggi.
Rakerda Berbasis Kerja Nyata dan Kolaborasi
Ulyadi juga mengingatkan agar Rakerda tidak sekadar menjadi agenda formalitas, melainkan melahirkan program-program yang konkret dan terukur. Ia memperkenalkan prinsip 4 TAS, yakni Integritas, Kreativitas, Efektivitas, dan Akuntabilitas.
“Jangan sampai Rapat Kerja hanya melahirkan banyak agenda tanpa kerja nyata. Kita butuh program yang efektif dan berdampak, terutama dalam kaderisasi dan pelayanan publik,” jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan posisi PKS sebagai bagian dari koalisi pemerintah yang siap mendukung penuh keberhasilan pembangunan di Kabupaten Solok.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












