Charma juga mengungkap selentingan isu yang menyebut FA adalah sosok yang menjadi koordinator untuk mengamankan (mengkondisikan) kasus CSR BI di KPK agar tidak membesar.
“FA yang saya dengar isunya yang telah dtepis oleh KPK menjadi koordinator terperiksa untuk mengamankan KPK. Isunya sih FA ini koordinator, tetapi sudah dibantah sama humas KPK. Bahwa tidak ada itu pengkondisian, tidak ada itu 86 (damai) segala macam dalam kasus ini,” jelasnya.
Alih-alim damai, Charma menilai isu tersebut membuat geram KPK. Bahkan per hari ini KPK kembali terang dengan memanggil para anggota DPR yang diduga terlibat.
“Jadi sekali lagi tolong lah sebagai wakil rakyat menunjukkan itikad baik dan berani gantle, kalau memang benar,” lanjutnya.
Charma juga tidak percaya ketika alasan sakit dipakai untuk menghindar atau mengukur waktu atas pemanggilan KPK.
“Kalau alasan sakit, kita melihat beberapa kegiatan beliau (FA) dalam tiga Minggu terakhir, bahkan sebelum lembar hingga pasca-lebaran padat sekali kegiatan beliau. Tapi saat dipanggil KPK alasan sakit. Nah disini ada apa?” tukas Charma.
Selaku aktivis nasional yang berasal dari Sumsel, Charma menegaskan bahwa masyarakat Wong Kito tidak mau punya wakil rakyat yang mencoreng nama baik Sumatera Selatan.
“Kami juga tau bahwa yayasan beliau tidak terdaftar di Kesbangpol Kemendagri, tidak mempunyai laporan keuangan selama dua tahun terakhir, jelas-jelas manggar UU 16/2001. Saya pikir saatnya KPK menunjukan jati dirinya sebagai lembaga penegak hukum yang handal, yang mampu memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya,” jelas Charma.
“Sekali lagi, apresiasi saya kepada KPK hari ini. Semoga segera diperiksa dijadikan tersangka,” tuntas Charma yang didampingi oleh Sukma Hidayat dan Tumpal Simare-mare.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











