Anomali Pemberantasan Korupsi 2025, Pakar dan Aktivis: Jurang Antara Kepercayaan Publik dan Negara Semakin Dalam

Otonominews
Anomali Pemberantasan Korupsi 2025, Pakar dan Aktivis: Jurang Antara Kepercayaan Publik dan Negara Semakin Dalam
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.IDKalangan pengamat dan aktifis mengulas lunturnya kepercayaan publik pada negara, lantaran pemberantasan korupsi sepanjang 2025 sangat tidak konsisten dan berlumur kepentingan politik.

Hal itu terungkap dalam diskusi hangat dalam cuaca dingin bertajuk “Anomali Pemberantasan Korupsi 2025, Harapan untuk 2026” digelar di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/12/2025).

Moderator Tejo Asmoro dalam paparan membuka diskusi menyampaikan sejumlah anomali dalam pemberantasan korupsi.

Dia menyatakan, pemberantasan korupsi seolah menjadi etalase pamer hasil rampasan negara saja. Namun, penuntasan terhadap kasus korupsi hingga ke akarnya justru masih minim.

Baca Juga :  Habib Syakur Membela Bahlil: Menteri yang Bekerja Tulus Ikhlas Jangan Difitnah

Tejo menyebut anomali terjadi di tengah gempita pemberitaan megahnya penanganan perkara korupsi . Kejaksaan Agung misalnya, diberitakan telah menyetorkan puluhan triliun rupiah duit hasil rampasan perkara korupsi.

“Namun, di saat yang sama, Jampidsus sebagai panglima pemberantasan korupsi di Kejaksaan Agung justru dilaporkan ke KPK dengan tuduhan dugaan korupsi lelang barang bukti,” ujarnya.

Adapun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lanjut Tejo, melakukan tindakan yang memadai. KPK kerap hanya berstatemen akan menindaklanjuti laporan, namun tak pernah terdengar apa hasilnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Demo Minta KPK Usut Dugaan Pungli di BPN Sumedang

“Ini lantas menjadi anomali tersendiri dalam penanganan perkara di KPK yang belakangan kerap mandeg,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, praktisi hukum sekaligus aktivis 98 Firman Tendry menilai persoalan korupsi tidak hanya terjadi pada satu lembaga penegak hukum, melainkan hampir di semua institusi.

“Internal Kejaksaan, Kepolisian, Kehakiman, sama saja. Enggak ada bedanya,” ujar Firman.

Karena itu, ia mengingatkan publik agar tidak menggantungkan harapan pada satu figur atau lembaga tertentu.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *