DPR Minta Pemerintah Siapkan Kebijakan Antisipatif Hadapi Gelombang PHK

IMG 20231110 053634
120x600
a

Disampaikan Pj Pemerintah Kabupaten Banten Andi Ony bahwa sebagian perusahaan dengan kondisi ekonomi perusahaan yang masih belum membaik akibat dampak kondisi ekonomi secara global yang masih terpuruk dampak covid-19 dan adanya perang Rusia-Ukraina menyebabkan demand perusahaan dengan tujuan ekspor menurun.

Hal itu, lanjut Andi menjelaskan menyebabkan beberapa perusahaan harus melakukan efisiensi pekerja dan tercatat 2 (dua) perusahaan tutup total.

Dengan total pekerja ter-PHK sejak januari sampai-Oktober 2023 berjumlah 4920 pekerja, dan 2 perusahan tutup dengan jumlah pekerja terdampak penutupan berjumlah 1173  pekerja.

Baca Juga :  Merasa Ditipu, Puluhan Kreditur Kondotel D'Luxor Bali Mengadu ke DPR dan Audiensi dengan Kementerian PKP

Kedepannya, untuk menghadapi isu resesi global, pihaknya akan mengefektifkan Balai Latihan Kerja untuk mempersiapkan tenaga kerja terlatih.

“Untuk mengantisipasi terjadinya gelombang phk, (mudah -mudahan tidak terjadi), tapi kami persiapkan 20 pelatihan di BLK. Saat ini, kami terus menjaga hubungan dengan sektor industri yang rentan serta para serikat pekerja yang ada,” tutupnya. (Alfi)

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *