Keadaan ini dinilai menjadi pemicu batalnya laga klasik BRI Super League 2025/2026 digelar di GBK.
Pasalnya laga lanjutan putaran kedua BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan dua musuh bebuyutan tersebut dihelat pada hari yang sama. Pramono enggan berpolemik terkait kondisi tersebut.
Pramono mengaku sudah bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri untuk mendengar secara langsung alasan tidak dikeluarkannya izin pertandingan.
Menurutnya, alasan tidak dikeluarkannya izin pertandingan dari kepolisian, cukup rasional. Namun ia tidak menjelaskan secara rinci apa alasan di balik gagalnya Persija menjamu Persib di GBK.
“Reasoning atau alasan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang berkompeten untuk penyelenggaraan ini saya sudah mendengarkan secara langsung,” terangnya.
Pramono, sangat kecewa karena tidak bisa menyaksikan pertandingan super big match tersebut secara langsung. Dan tidak mau berpolemik dengan adanya dua acara di hari sama.
“Saya pribadi kecewa karena saya berharap bahwa pertandingan bisa diadakan di Jakarta. Tetapi saya tidak mau berpolemik terhadap hal itu,” pungkasnya. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












