Karena itu, masih kata Mercy, PDI Perjuangan akan terus berdiri bersama para kaum buruh.
“Partai ini lahir dari rahim perjuangan rakyat, dan akan terus menjadi rumah bagi kaum wong cilik, termasuk kaum buruh. Perjuangan kita bukan untuk melemahkan industri, tetapi untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi berjalan seiring dengan keadilan sosial. Bahwa perusahaan tumbuh, tetapi buruh juga sejahtera. Bahwa keuntungan meningkat, tetapi kehidupan buruh juga bermartabat,” tegas dia.
Mercy pun berharap masa depan buruh Indonesia dapat semakin baik, termasuk terbukanya kesempatan pendidikan yang lebih tinggi bagi anak-anak buruh serta terciptanya kepastian kerja yang lebih adil.
“Harapan bahwa masa depan buruh Indonesia akan lebih baik. Harapan bahwa anak-anak buruh dapat mengenyam pendidikan yang tinggi. Harapan bahwa tidak ada lagi buruh yang hidup dalam ketidakpastian,” kata Mercy.
“Mari kita kuatkan solidaritas. Mari kita jaga persatuan. Karena hanya dengan persatuan, suara buruh akan didengar. Hanya dengan persatuan, keadilan bisa diperjuangkan,” dia memungkasnya.
Dalam acara peringatan buruh ini, jajaran DPP PDIP juga turut hadir, diantaranya Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Sekretaris Jenderal Adian Napitupulu dan Sri Rahayu, serta Wakil Bendahara Umum PDIP Yuke Yurike.
Turut hadir pula Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Selain itu, sejumlah pengurus DPP PDIP lainnya yang terlihat hadir antara lain Charles Honoris, Bintang Puspayoga, Sadarestuwati, Wiryanti Sukamdani, dan Ribka Tjiptaning. Serta Anggota DPR RI seperti Vita Ervina, Pulung Agustanto dan Putra Nababan.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah anggota Fraksi PDIP di DPR RI serta anggota Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, jajaran DPD, DPC, ranting, serta kurang lebih 1.500 buruh informal.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












