Kemiskinan Petani, Buruh, dan Nelayan adalah Gambaran Sistem yang Tak Adil

Otonominews
Kemiskinan Petani, Buruh, dan Nelayan adalah Gambaran Sistem yang Tak Adil
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menekankan bahwa narasi pembebasan diajarkan oleh Bung Karno bagi perjuangan kaum buruh agar berdaulat, mandiri dan sejahtera.

Narasi pembebasan itu, kata Hasto, ditujukan untuk melawan sistem yang menghisap dan tidak adil itulah yang menjadi dasar perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Kemiskinan petani, buruh, dan nelayan adalah gambaran nyata penjajahan yang tidak adil,” kata Hasto dalam Focus Group Discussion FGD yang digelar DPP PDI Perjuangan bertema “RUU Ketenagakerjaan Baru dan RUU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Perspekrif Pekerja/Buruh” di Sekolah Partai Lenteng Agung Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Baca Juga :  PDIP Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dari KIP, Terapkan Sistem Transparansi dan Akuntabilitas!

Hasto mengatakan, semua harus dibangun kesadarannya untuk berjuang dengan cara-cara politik. Dan RUU Ketenagakerjaan harus mengandung aspek historis dan idelogis tersebut sebagai konsideran pokok.

“Baru kemudian dijabarkan dalam landasan teknokratik, termasuk bagaimana pemerintah bertanggung jawab di dalam mendorong sinergi kebijakan,” jelasnya.

“Termasuk di dalamnya adalah konsolidasi industri nasional bagi penciptaan mata rantai ekonomi yang menciptakan lapangan kerja bagi buruh,” imbuh Hasto.

Politisi asal Yogyakarta ini juga mengingatkan bahwa dalam RUU Ketenagakerjaan harus ada kebijakan peningkatan profesionalitas, dan peningkatan produktivitas buruh, baik dengan cara berdikari maupun oleh campur tangan negara.

“Namun buruh juga harus mengorganisir diri. Sejarah mengajarkan, jika buruh berdaulat dan kuat, akan menjadi jalan efektif bagi kebijakan yg berpihak pada buruh, namun tetap dalam hubungan industrial yang baik,” tegas Hasto.

Baca Juga :  Umumkan Kenaikan UMP 2024 Rp3.434.298, Pemprov Sulsel Pertimbangkan Tuntutan Buruh

Sementara itu, FGD yang digelar PDIP merupakan rangkaian menyambut May Day 1 Mei 2026 dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassieli, Ketua DPP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan PMI Mercy Chriesty Barends, Ketua DPP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning, Kapoksi Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto.

Kemudian Wasekjen DPP Bidang Kerakyatan Sri Rahayu, Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan Sihar Sitorus, Vita Ervina dan Obet Rumbruren, hingga Akademisi, NGO dan utusan dari Konfederasi dan Federasi Serikat Pekerja/Buruh, serta jaringan organisasi Pekerja Buruh Migran.

Baca Juga :  PDIP Siap Lawan KIM Plus di Pilkada, Hasto: Tak Ada Kotak Kosong di Jakarta, Jatim, dan Sumut

Sementara itu, Edy Purwanto selaku Kapoksi Komisi IX DPR RI sekaligus ketua panitia acara menyampakan, Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan mengusung tema strategis.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *