“Tidak boleh naif! tidak mungkin rakyat merayakan May Day dengan kegembiraan palsu tanpa perlawanan di tengah situasi Indonesia masih belum mampu menyejahterakan rakyatnya sendiri,” teriak Saiful Wathoni dengan semangat.
Adapun Deodatus Sunda Se menyinggung kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai belum memberikan solusi terhadap masalah rakyat.
“Padahal sudah lima kali reshuffle, pemerintah masih belum melahirkan solusi untuk rakyat. Tak ubahnya rezim menyadari bahwa yang melakukan makar adalah dirinya sendiri! Makar terhadap preambule UUD 1945 dan konstitusi itu sendiri,” tandas Deodatus.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi PERISAI memastikan akan turun aksi pada 1 Mei sampai 21 Mei di depan Kantor DPR-MPR RI pada pukul 13:00 WIB.
Bersamaan dengan itu, Aliansi PERISAI akan mengkerahkan aksi massa nasional terkoordinasi pada 18 titik se-Indonesia, serta 1 titik di Hong Kong.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed










