Menurutnya, masyarakat yang terdampak bencana mungkin kehilangan harta benda bahkan tempat tinggal, namun harapan dan keyakinan tidak boleh hilang. Ramadan, kata dia, menjadi momentum untuk memperkuat kesabaran dan optimisme.
Nevi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperbanyak doa bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah.
“Saudara-saudara kita yang terdampak bencana mungkin kehilangan harta dan tempat tinggal, tetapi jangan sampai kehilangan harapan. Ramadan mengajarkan kita bahwa pertolongan Allah itu dekat,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Nevi berharap Ramadan tahun ini dapat menjadi momentum pemulihan dan penguatan bagi masyarakat yang sedang diuji oleh berbagai bencana di wilayah Sumatera.
“Semoga Ramadan menjadi bulan pemulihan, mempererat kepedulian sosial, dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang sedang menghadapi ujian,” tutup Nevi Zuairina. (Ridwan/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











