Krisis Integritas dan Pembusukan Lembaga: Catatan Kritis Hasto, Rocky, dan Rimawan

Reformasi Itu Mengubah Mindset

Otonominews
Krisis Integritas dan Pembusukan Lembaga: Catatan Kritis Hasto, Rocky, dan Rimawan
120x600
a

YOGYAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, melontarkan kritik reflektif mengenai fenomena “Inovasi Semu” yang saat ini menjangkiti birokrasi dan dunia pendidikan Indonesia.

Dalam forum Public Lecture Series 002 yang digelar Pandu Negeri di Embung Giwangan, Senin (16/2/2026), Hasto menekankan bahwa perubahan besar bangsa harus dimulai dari perubahan perilaku, bukan sekadar kecepatan administrasi.

“Banyak inovasi yang kita banggakan hari ini sebenarnya hanya Just Normal Science. Kerjanya memang terlihat cepat, seperti cetak Akta hari ini juga, tapi tidak menyentuh akar masalah yaitu perubahan pola pikir (Change of Mindset),” tegas Hasto.

Baca Juga :  Kunjungi Ponpes Ustaz Abdul Somad, Kapolri Sampaikan Pesan Bersatu dalam Keberagaman

Menurutnya, tantangan terberat pemimpin saat ini adalah menjembatani jarak antara pengetahuan dan perilaku nyata di lapangan, di mana masyarakat sering kali paham secara kognitif namun gagal dalam implementasi nilai.

Pernyataan Hasto tersebut diperdalam oleh pengamat politik Rocky Gerung melalui kacamata filsafat pendidikan. Rocky menilai kegagalan perubahan pola pikir terjadi karena sistem pendidikan nasional saat ini lebih berorientasi pada “produksi ijazah” daripada “produksi nilai”.

“Pendidikan itu, mengutip Socrates, adalah Maieutike Techne—teknik kebidanan untuk mengeluarkan janin pikiran guna menghidupkan harapan. Namun yang kita lihat sekarang adalah surplus ijazah namun defisit value,” ujar Rocky.

Ia menambahkan bahwa kebijakan pendidikan yang bersifat teknokratis saat ini sering kali hanya menjadi pembenaran bagi kekuasaan, bukan menjadi alat kritis untuk membela hak generasi masa depan.

Baca Juga :  Rocky Gerung: Senyum Tegar Megawati Melawan Intimidasi Lebih Indah dari Mona Lisa

Rocky secara tajam juga menyoroti bagaimana integritas akademik sering kali bobol oleh “rayuan material” yang mendahului pertahanan epistemik.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *