Pakar UNJ Soroti Potensi Korupsi dari Tentara Aktif di Jabatan Sipil

Pakar UNJ Soroti Potensi Korupsi dari Tentara Aktif di Jabatan Sipil
120x600
a

Ubaid berpandangan, negara yang baik adalah pemerintahan yang mampu menghadirkan check and balances antara lembaga yang satu dengan lembaga yang lain.

Untuk itu ia menegaskan, Presiden harus menerapkan seleksi sangat ketat ketika menempatkan tentara aktif pada posisi sipil, bahkan di lembaga yang secara teknis dekat dengan dunia kemiliteran seperti Basarnas atau Bakamla.

“Korupsi juga terjadi di Basarnas dan Bakamla. Jadi seleksi ketat itu mutlak,” pungkasnya.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *