JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Pengamat sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubaidillah Badrun, menilai penempatan tentara aktif di jabatan sipil harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuka ruang korupsi yang lebih besar karena adanya faktor psikologis dan budaya yang membuat aparat militer sulit diawasi.
“Tentara aktif itu punya instrumen senjata yang bisa membuat orang takut untuk melaporkan. Ada sisi psikologis dan budaya yang membuat mereka sulit dikritik atau diawasi ketika melakukan tindakan koruptif,” ujar Ubaid di Matraman, Jakarta Timur, Senin (1/12/2025).
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











