“Kondisi sungai sekarang menjadi indikator penilaian dunia. Karena itu, langkah yang kami lakukan penataan dan pengelolaan sungai di Jakarta, termasuk normalisasi, sangat berpengaruh terhadap peningkatan peringkat Indeks Kota Global. Tahun ini Jakarta naik dari posisi 74 ke 71,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemprov DKI berencana memulai pembangunan kawasan TOD Dukuh Atas pada awal Januari 2026. Program tersebut akan mengoptimalkan fungsi Sungai Ciliwung sebagai ruang publik baru bagi warga untuk beraktivitas dan bersantai.
“Awal Januari, kami akan memulai melakukan pembangunan untuk TOD di Dukuh Atas sekaligus Sungai Ciliwung yang di bawahnya akan kami optimalkan, kita manfaatkan. Mudah-mudahan dapat menjadi hub baru bagi warga Jakarta untuk beraktivitas ataupun bersantai di Sungai Ciliwung,” terangnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dodi Hanggodo, mengatakan kegiatan ini merupakan kick-off nasional Hari Bakti PU ke-80 bertema “Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Menurutnya, tata kelola air adalah fondasi pembangunan nasional sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.
Menteri Dodi menyebut, kegiatan bersih sungai bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bahwa sungai adalah ruang hidup masyarakat dan pusat pendidikan lingkungan bagi generasi mendatang. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, komunitas sungai, serta warga Ciliwung, untuk bersama menjaga keberlanjutan sungai sebagai sumber kehidupan.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemprov DKI dalam melakukan normalisasi sungai sebagai bagian dari pengendalian sedimentasi dan upaya mengurangi risiko banjir. Kementerian PU mendukung penuh program penataan sungai di Jakarta.
“Apa yang dikerjakan oleh Bapak Gubernur sungguh amat sangat saya apresiasi. Dan, jika Bapak butuh support dari kami, insyaallah, kami akan support sepenuhnya,” tegas Menteri Dodi. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












