Selaras dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Iskan Nofis, menyatakan dukungan penuh atas implementasi program nasional tersebut. Ia menilai kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya siswa di Kabupaten Solok.
“Kami mendukung penuh pelaksanaan MBG. Kami juga mendorong OPD terkait untuk mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal. Dengan demikian, manfaat program bukan hanya untuk anak-anak kita, tetapi juga untuk perputaran ekonomi masyarakat Solok,” ujar Iskan.
Dalam laporan teknisnya, Dinas Perikanan dan Pangan mengungkapkan adanya peningkatan partisipasi siswa serta penurunan kasus anemia di sejumlah sekolah sasaran. Sementara itu, Dinas Kesehatan memastikan pembinaan terhadap tim pelaksana MBG terus dilakukan agar kualitas makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan.
Hingga saat ini, pemeriksaan sampel pangan segar telah dilakukan di empat dari delapan Sentra Pangan dan Perikanan Gizi (SPPG) yang aktif beroperasi di Kabupaten Solok.
Melalui evaluasi ini, Pemkab Solok berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat semakin optimal dan berkelanjutan, sejalan dengan visi daerah untuk menghadirkan layanan publik yang inklusif serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, kuat, dan berprestasi.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











