JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Sukur Nababan menyoroti kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mau ngasi insentif Rp6 juta per hari kepada mitra penyedia fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sukur, insentif Rp6 juta per hari per SPPG akan menjadi masalah baru, karena tidak dibarengi dengan perhitungan yang rasional.
Satu SPPG saja bisa memakan uang negara Rp1,8 miliar per tahun. Itu baru satu titik SPPG. Sedangkan jumlah SPPG se-Indonesia tercatat mencapai 24 ribu unit SPPG, sehingga insentif kepada SPPG yang harus ditanggung dari uang rakyat mencapai triliun rupiah per tahun.
“Anggaran besar harus diiringi transparansi besar. Setiap rupiah APBN wajib bisa dipertanggungjawabkan,” kata Sukir Nababan dalam keterangan tertulis kepada insan pers, Kamis (26/2/2026)
Anggota DPR dari Dapil Jawa Barat 6 (Bekasi-Depok) itu mendesak agar insentif sebesar Rp6 juta per hari per SPPG dikaji ulang, apalagi insentif itu tetap berlaku saat libur.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











