Penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh telah dimulai sejak awal tahun 2025. Budi menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya KPK menjaga integritas dan akuntabilitas proyek besar yang menggunakan dana publik.
Sebagai informasi, nilai investasi proyek KCIC Whoosh mencapai sekitar US$ 7,27 miliar atau setara Rp 120 triliun. Sekitar 75 persen pendanaannya berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan bunga dua persen per tahun.
Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung ini mulai dibangun sejak 2016 dan resmi beroperasi pada 2 Oktober 2023. Whoosh menjadi kereta cepat pertama di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah uang negara dikelola secara bertanggung jawab untuk kemajuan bangsa,” tutup Budi.(Ridwan/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












