Pramono juga mengajak seluruh kontingen untuk menjadikan ajang ini sebagai ruang unjuk kemampuan sekaligus mempererat semangat persaudaraan antardaerah.
“Kita ingin memastikan setiap anak muda Jakarta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkompetisi, dan berprestasi di bidang yang mereka cintai. Tunjukkan bahwa Jakarta bukan hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjadi teladan dalam sportivitas, kebersamaan, dan semangat persaudaraan,” urainya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Dispora DKI Jakarta tahun 2025.
Pelaksanaannya dilakukan secara sinergis bersama berbagai pihak, yaitu Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) DKI Jakarta, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DKI Jakarta, serta Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga DKI Jakarta.
Kontingen DKI Jakarta yang berpartisipasi dalam ajang POPNAS dan PEPARPENAS 2025 berjumlah 786 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 676 orang merupakan bagian dari kontingen POPNAS, yang terdiri atas 391 atlet, 50 pelatih, 55 asisten pelatih, dan 179 official. Sedangkan kontingen PEPARPENAS berjumlah 110 orang, dengan rincian 50 atlet, 11 pelatih, 8 asisten pelatih, dan 41 official.
“POPNAS dan PEPARPENAS menjadi ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan olahraga pelajar yang telah dilakukan, sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi para atlet muda. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan semangat sportivitas antar atlet dari seluruh Indonesia,” ujar Andri.
Marsha, adalah atlet dari cabang olahraga Senam Ritmik, menyampaikan, ia bersama tim telah menjalani latihan intensif selama beberapa bulan terakhir sebagai persiapan menghadapi pertandingan. Menurutnya, menjaga kebugaran dan kondisi fisik merupakan hal utama agar dapat tampil maksimal di arena.
“Kami sudah menjalani pemusatan latihan di wisma selama sebulan penuh untuk persiapan pertandingan. Setiap hari kami berlatih dari pagi hingga sore untuk memperkuat fisik. Harapan saya, kami bisa tampil sebaik mungkin, menjaga performa tetap stabil, dan membawa pulang medali emas,” ujar Marsha. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












