Dinas Lingkungan Hidup DKI Bangun Permain Aktif Warga terkait Pengelolaan Sampah

Dinas Lingkungan Hidup DKI Bangun Permain Aktif Warga terkait Pengelolaan Sampah
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota.

Upaya ini dilakukan dengan memperkuat “Gerakan Pengurangan dan Pilah Sampah dari Sumber” sebagai langkah mendasar menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, DLH mendorong para wali kota, camat, hingga lurah untuk menjadi penggerak utama di wilayah masing-masing.

Peran mereka dinilai krusial dalam membangun kesadaran, mengedukasi, sekaligus memastikan kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh dan berjalan konsisten di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Soekarno Run 2026: Pramono Anung Lepas 10.000 Pelari di Tengah Hujan Rintik

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan penanganan sampah tidak bisa terus bergantung pada pengangkutan dan penimbunan semata. Perubahan harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

“Pemilahan sampah dari sumber harus dilakukan secara konsisten dan masif agar benar-benar berdampak pada pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang,” ujarnya di Jakarta, pada Kamis (2/4/2026).

Menurut Asep, keberhasilan gerakan ini sangat ditentukan oleh kekuatan koordinasi di tingkat wilayah. Kolaborasi antara pemerintah kota, kecamatan, hingga kelurahan menjadi fondasi penting dalam menggerakkan partisipasi warga.

Baca Juga :  Gubernur Pramono Lantik 1.842 Pejabat Pemprov DKI

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, DLH juga mendorong pengaktifan kembali berbagai sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bidang Pengelola Sampah (BPS) di tingkat RW, diharapkan dapat kembali menjadi pusat aktivitas pengelolaan sampah di lingkungan warga.

Selain itu, pengolahan sampah organik melalui biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF) juga terus didorong. Metode ini terbukti efektif dalam mengurangi sampah sisa makanan yang selama ini mendominasi timbulan sampah rumah tangga.

“Di sisi lain, penguatan bank sampah tetap menjadi salah satu fokus. Selain membantu mengurangi sampah, keberadaan bank sampah juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” imbuh Asep.

Baca Juga :  Gubernur Pramono Akan Tertibkan Lapangan Padel yang Dikeluhkan Warga

Ia juga mengingatkan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga warga.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *