Mencari penyebab keracunan adalah perkara yang tidak mudah. Kami harus merangkai pernyataan dari tiga pihak: mulai dari dapur penyedia hidangan MBG, Puskesmas dan RSUD yang tiba-tiba dihujani pasien berlimpah dalam waktu singkat, serta Dinas Kesehatan yang menjadi pintu informasi Kementerian Kesehatan.
Setelah itu kami harus mengecek silang dengan data yang ada, sebelum kemudian menyimpulkan temuan.
Tapi percayalah, bahwa kami senantiasa melakukan investigasi ini dengan hati. Kami tidak akan pernah mencari kambing hitam dari apa yang terjadi. Kami pun tidak semena-mena tunjuk hidung, pointing finger to others.
Ketika berpamitan pulang, saya tepuk pundak Jacky. Dia anak muda yang menjadi Kepala SPPG itu. “Hai Jacky, jangan lesu. Ayo semangat. Kami doakan dapur kalian segera beroperasi Kembali…”
“Siap Ibu… Semangat…!,” ujarnya sambil mencoba tersenyum.
Dalam perjalanan pulang, saya bertanya-tanya dalam hati, “Dari pada sibuk mencela dan nyinyir tiap hari di media sosial, bukankah lebih baik para aktivis medsos itu ikut berbuat sesuatu untuk negeri ini. Bukankah mereka bisa membantu meningkatkan asupan gizi dan makanan anak-anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, dengan terlibat secara aktif dalam program MBG?”[***]
Oleh: Karimah Muhammad.
Kepala Tim Investigasi Independen BGN (Badan Gizi Nasional).
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed













