Insiden Ojol Terlindas Adalah Duka Bersama, Haidar Alwi: Rakyat dan Polisi Harus Saling Menghargai

Otonominews
Insiden Ojol Terlindas Adalah Duka Bersama, Haidar Alwi: Rakyat dan Polisi Harus Saling Menghargai
120x600
a

Bagi Haidar Alwi, sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah teladan kepemimpinan moral. Hanya beberapa jam setelah insiden, Kapolri langsung meminta maaf secara terbuka kepada keluarga korban, komunitas ojol, dan rakyat Indonesia.

Ia memerintahkan Propam Mabes Polri untuk memeriksa tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis serta mengamankan kendaraan yang terlibat.

Langkah ini dilanjutkan dengan tindakan yang lebih menyentuh: Kapolri mendatangi RSCM dini hari 29 Agustus 2025. Di sana, dalam suasana penuh haru, Kapolri memeluk ayah almarhum Afan Kurniawan.

Tangisan keluarga pecah, dan Kapolri menyampaikan permintaan maaf langsung, doa, serta jaminan bahwa kasus ini akan ditangani secara transparan. Haidar Alwi menyebut momen itu sebagai titik balik penting.

Baca Juga :  Gubernur Pramono Mengecek Car Free Day, Puing-Puing Sisa Demo Mulai Dibereskan

*“Kapolri hadir bukan hanya sebagai pejabat negara, tapi sebagai seorang ayah, seorang manusia, yang menunjukkan bahwa Polri punya hati nurani,”* ujar Haidar Alwi.

Menurut Haidar Alwi, sikap ini memperlihatkan keberanian moral: polisi modern bukanlah yang sempurna tanpa kesalahan, melainkan yang berani mengakui, memperbaiki, dan tetap berpihak pada rakyat.

Dengan gerak cepat Kapolri, publik diyakinkan bahwa keadilan tetap berjalan, korban mendapat perhatian, dan Polri tidak kehilangan kompas moralnya.

*Pesan Persatuan dan Jalan ke Depan.*

Tragedi ini, menurut Haidar Alwi, harus menjadi peringatan sekaligus momentum refleksi. Penyelenggara aksi wajib menjaga ketertiban agar tidak meluber, aparat harus makin humanis dalam pengamanan, dan rakyat jangan mudah terprovokasi.

Baca Juga :  Menolak Lupa Jasa Polri, Haidar Alwi: Presisi Menjadi Pilar Kehormatan Bangsa

Negara juga dituntut hadir bukan hanya dengan aparat keamanan, tetapi juga dengan kebijakan yang menenangkan rakyat kecil agar mereka tidak merasa harus terus turun ke jalan dengan risiko kehilangan nyawa.

Di sisi lain, Haidar Alwi meminta rakyat untuk memahami beratnya tugas polisi. Saat demo, polisi siap dimaki, dibuli, bahkan dihina, tetapi mereka tetap dituntut menjaga kesabaran demi keselamatan banyak orang.

*“Polisi bukan malaikat, mereka manusia dengan beban luar biasa. Karena itu, sudah sepatutnya rakyat menghormati polisi sebagaimana polisi wajib mengayomi rakyat,”* ujar Haidar Alwi.

Pencetus Gerakan Nasional Rakyat Bantu Rakyat ini menutup dengan pesan mendalam:

Baca Juga :  Deddy Sitorus: Perbaikan Hukum Tak Bakal Terjadi Kalau Jenderal Listyo Masih Kapolri

“Setiap nyawa rakyat adalah harga yang tak ternilai. Polisi yang kuat lahir dari rakyat yang percaya, dan rakyat hanya percaya bila polisinya tulus mengayomi. Dari tragedi ojol ini, kita harus kembali merajut persatuan bangsa, sebab hanya dengan persatuan kita bisa menghadapi tantangan yang lebih besar,” pungkas Haidar Alwi.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *