Fauzi Amro, politisi Partai NasDem yang telah tiga periode duduk di DPR RI, juga dikenal sebagai pengusaha dan peneliti peternakan. Namun, dugaan keterlibatannya dalam pengelolaan yayasan yang tidak terdaftar secara resmi semakin menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas pengelolaan dana CSR BI.
“Kami yakin KPK mampu bekerja secara profesional dan independen. Pengungkapan kasus ini akan menjadi bukti nyata bahwa KPK tetap berada di garda depan pemberantasan korupsi, tanpa pandang bulu,” tambah Charma.
Ia menegaskan, KPK perlu segera memanggil dan meminta klarifikasi dari Fauzi Amro terkait dugaan penyelewengan ini, agar tidak terjadi spekulasi yang merugikan publik.
“Ini soal transparansi. Jika tidak ada pelanggaran, harus dijelaskan secara terbuka. Tapi jika ada bukti penyimpangan, hukum harus ditegakkan,” ujarnya.
GENCAR Indonesia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan media untuk mengawal kasus ini sebagai bentuk partisipasi publik dalam menjaga integritas lembaga keuangan dan program CSR.
“Kami mendukung penuh KPK. Kami tidak ingin dana CSR, apalagi dari lembaga sebesar Bank Indonesia, dijadikan lahan penyalahgunaan. Ini soal keadilan untuk rakyat,” pungkas Charma.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












