Lebih lanjut, pemerataan infrastruktur dan pelayanan dasar antarwilayah menjadi isu sentral yang harus dijawab dalam perencanaan.
“Maluku punya potensi besar, mulai dari kelautan, perikanan, hingga pariwisata. Melalui RPJMD yang tepat sasaran dan selaras dengan RPJMN, potensi ini bisa dioptimalkan menjadi kekuatan pembangunan,” lanjutnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya menekankan bahwa Musrenbang ini menjadi langkah strategis untuk mensinergikan kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Ia menyampaikan bahwa penyusunan RPJMD Provinsi Maluku telah diarahkan agar selaras dengan visi nasional.
“Kita ingin memastikan bahwa arah pembangunan Maluku tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari pembangunan nasional,” tegasnya.
Hendrik Lewerissa menjelaskan bahwa dalam dokumen RPJMD 2025–2029 telah tertuang visi besar pembangunan daerah yang berbunyi ‘Transformasi menuju Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera menyongsong Indonesia Emas 2045’.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











