Selain itu, ada juga camping ground dengan rumah pohon yang sering digunakan oleh pelajar. Potensi wisata lainnya termasuk Bendungan di Blok Susukan dan yang sedang booming adalah air terjun seperti Curug Gendang, Curug Putri, dan Carasingapan.
Khusus untuk Curug Putri, kehadiran Gubernur Banten membawa dampak positif yang signifikan. Seperti di tahun 2024, dikatakannya bahwa pada awalnya masuk ke kawasan ini orang bebas keluar masuk.
Tetapi di tahun 2025, Pemprov Banten bersama dengan Komisi 2, melakukan kegiatan dengan menyusuri peraturan daerah, kemudian di tanggal 15 Februari 2024, kini telah kenakan tiket masuk.
Penerapan tiket masuk, meskipun masih terjangkau di angka Rp 8.000, telah menunjukkan hasil yang luar biasa.
“Alhamdulillah di tahun 2022, kami pencapaiannya 100 persen kita murah untuk PAD-nya. Walaupun angkanya jangan dilihat angkanya, tetapi semangat kami dalam ingin berkontribusi ke kas daerah. Kalau tahun lalu, satu tahun itu jumlah kunjungan hanya 2.600 penunjuk. Tetapi setelah Pak Gubernur hadir kemarin, di bulan ini saja, jumlah kunjungan yang ada di kami itu sekitar 3.500,” imbuhnya.
Wawan juga menyoroti keanekaragaman hayati di Tahura Banten. Berdasarkan data yang dimiliki, kurang lebih ada 100 lebih jenis meranti se-Indonesia di kawasan tersebut. Selain meranti, terdapat juga jenis jati, mahoni, dan tanaman langka seperti pohon Kaya yang memiliki potensi medis, salah satunya yakni bisa menekan perkembangan sel-sel tumor.
Tahura Banten juga menjadi lokasi ideal untuk kegiatan petualangan seperti hiking ke Gunung Tompo dan Puncak Gunung Melang, serta menjadi pusat edukasi konservasi. Berbagai kegiatan seperti camping, pelatihan bagi SMK Kehutanan, dan Bimtek Polairud Mabes Polri rutin diadakan di kawasan Tahura Banten.
Tahura juga berperan aktif dalam program penghijauan dengan menyemai bibit meranti dan membagikannya kepada para penggarap.

“Kedepannya memang Pak Gubernur rencananya mudah-mudahan seperti safari. Atau juga mungkin keinginan Pak Gubernur itu untuk dijadikan salah satu pelestarian pengguna yang mudah-mudahan di Banten ini belum ada kebun binatang. Penggunaan minimal ada, kebun binatang mini,” ungkapnya Wawan menyampaikan visi dan ambisi Gubernur Banten untuk masa depan Tahura agar lebih dari sekadar hutan lindung.
Dengan keanekaragaman flora dan fauna, termasuk burung elang jawa, macan kumbang, dan macan tutul, Tahura Banten memiliki daya tarik yang tak terbantahkan.
“Kalau melihat burung-burung di sini harus sore, karena kalau flora faunanya di sini binatang-binatang salah satu, burung elang jawa memang ada di sini. Untuk hewan buasnya di sini ada di Macan Kumbang dan Macan Tutul,” kata Wawan.
Wawan berharap kunjungan dari berbagai pihak, termasuk dari Forum Pimpinan Redaksi Multi Media Indonesia (FPRMI), dapat membantu mempromosikan Tahura Banten ke kancah nasional maupun internasional.
“Membawakan nanti ikon-ikon Tahura bisa dikenal di seluruh internasional atau nasional,” harapnya.
Selain itu, dukungan dari Komisi II DPRD Provinsi Banten juga sangat positif, dengan kunjungan rutin untuk monitoring dan pengawasan.
“Alhamdulillah, sementara ini kami di Tahura walaupun baru, tetapi mendapatkan respon yang sangat positif dari teman-teman Komisi 2 terkait dengan perkembangannya,” tutur Wawan.
Dengan segala potensi dan dukungan yang ada, Tahura Banten siap menjelma menjadi destinasi unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah dan pelestarian lingkungan di Provinsi Banten.[boy]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












