“Perluasan pasar global bukan lagi pilihan, tapi sebuah keniscayaan,” ujarnya.
Nevi juga mengusulkan penyusunan peta jalan ekspor nasional jangka menengah dan panjang yang lebih terarah. Ia menyebut strategi ini harus mencakup pembangunan pusat logistik ekspor, pengembangan kawasan industri berbasis teknologi, serta diversifikasi pasar ke negara-negara non-AS seperti India, Afrika, dan Timur Tengah.
Nevi menekankan pentingnya diplomasi dagang yang lebih agresif dan proaktif. Pemerintah, menurutnya, harus menegosiasikan preferential treatment atau perlakuan khusus bagi produk-produk unggulan nasional seperti tekstil ramah lingkungan, komponen elektronik, dan produk pertanian olahan.
“Negosiasi dagang harus diarahkan ke negara mitra strategis seperti AS, Uni Eropa, India, dan negara Teluk. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan industri nasional di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks,” pungkas Nevi Zuairina.(Rds/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











