*Langkah 4:* Bungkam suara rakyat.
Cap aktivis sebagai pengganggu investasi.
Beli media. Sensor kritik. Gunakan hukum untuk melindungi korporasi, bukan kebenaran.
*Langkah 5:* Pecah belah kesadaran.
Benturkan rakyat dengan isu agama, suku, identitas.
Buat mereka lupa bahwa musuh utamanya adalah sistem yang menjajah ekonomi mereka sendiri.
*_Sistem ini telah bekerja puluhan tahun._*
*Hasilnya:*
_Negara kaya, rakyat miskin. Sumber daya melimpah, tapi subsidi dicabut. Tanah subur, tapi petani ditindas tengkulak dan regulasi._
Dan siapa sponsor utama media, iklan, dan kampanye besar-besaran di negeri ini?
Perusahaan tambang, energi, sawit, migas. Mereka pegang kekuasaan. Mereka kuasai narasi.
Kita hidup dari uang mereka. Kita diam karena takut kehilangan pekerjaan.
*Tapi saya katakan: Cukup sudah.*
Kini saatnya bicara. Jika saya harus dibungkam karena berkata benar, biarlah sejarah yang mencatat.
Lihatlah… tambang-tambang terus dibuka. Hutan-hutan ditebang. Laut-laut dijual. Demi siapa? Untuk siapa?
Sekarang datang pemain baru, investor asing dari segala penjuru: China, Uni Emirat Arab, Amerika, Jepang.
Mereka bicara tentang kerja sama strategis. Tapi di balik itu, ada konsesi 99 tahun, ada kepemilikan saham mayoritas, ada kontrol atas tanah, air, dan udara kita.
*Pemain baru. Pemain baru. Pemain baru. Sistemnya tetap sama.*
*Saya Haidar Alwi berharap,* di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, yang telah memperoleh legitimasi rakyat dalam Pemilu 2024–2029, Indonesia benar-benar memasuki babak baru sejarahnya, bangkit menjadi bangsa yang mandiri, kuat, dan bermartabat.
Semoga pemerintahan Prabowo mampu mengubah sistem-sistem lama yang telah menjerat bangsa ini dalam ketergantungan dan penindasan berkedok kerja sama. Sudah saatnya kita melepaskan diri dari penjajahan gaya baru, dari kontrak-kontrak yang mengikat, dari investasi yang menyamar sebagai kolonialisme.
Rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang adil dan tegas, dan Prabowo telah dikenal dunia dengan wibawanya. Sosok yang disegani, bukan karena tunduk, tapi karena berdiri tegak membela bangsanya.
*Kita harus optimis. Indonesia bisa lepas dari cengkeraman eksploitasi, bisa bangkit menjadi negeri yang berdaulat atas kekayaan alamnya sendiri.*
Menuju Indonesia Emas bukan sekadar mimpi, tapi tugas bersama. Dan tugas itu dimulai dari keberanian untuk mengubah sistem.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












