Haidar Alwi Apresiasi Kinerja Bea Cukai di Bawah Komando Djaka Budhi Utama

Arah baru dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa

Haidar Alwi Apresiasi Kinerja Bea Cukai di Bawah Komando Djaka Budhi Utama
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menegaskan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki posisi vital sebagai garda depan negara.

Lembaga ini bukan hanya mengawasi lalu lintas barang di pelabuhan dan perbatasan, melainkan juga memastikan penerimaan negara dari bea masuk, bea keluar, dan cukai.

Menurutnya, sejak awal kepemimpinan Djaka Budhi Utama, sejumlah langkah konkret yang ditempuh Bea Cukai layak diapresiasi karena memperlihatkan arah baru dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa.

“Bea Cukai adalah pintu gerbang ekonomi negara. Jika pintu ini dijaga dengan baik, maka penerimaan negara terjamin dan mafia perdagangan bisa dipersempit ruang geraknya,” jelas Haidar Alwi.

Baca Juga :  Simpan Bukti Dugaan Skandal Pejabat, Haidar Alwi: PDIP Terkesan Tidak Pro Penegakan Hukum

Peran Strategis Bea Cukai

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, pada 2024 penerimaan Bea dan Cukai mencapai lebih dari Rp300 triliun, atau sekitar seperlima dari total penerimaan negara. Angka ini menjadikannya salah satu institusi paling strategis dalam menjaga stabilitas fiskal.

Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, lembaga ini mendapat mandat ganda: mengamankan penerimaan sekaligus menutup celah penyelundupan yang berpotensi merugikan negara ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

“Publik sering hanya mengenal Bea Cukai dari pemeriksaan barang bawaan di bandara. Padahal, perannya jauh lebih besar, yakni melindungi sumber daya alam strategis, mengawasi arus perdagangan, dan memastikan penerimaan masuk ke kas negara,” jelas Haidar Alwi.

Fungsi strategis itu, lanjutnya, kini mulai terlihat dari berbagai langkah nyata yang ditempuh sejak awal kepemimpinan Djaka Budhi Utama.

Baca Juga :  PDIP Pecat Jokowi, Haidar Alwi: Data Menunjukkan Pengaruh Jokowi Membesarkan PDIP

Langkah Nyata di Awal Kepemimpinan

Djaka Budhi Utama langsung menggebrak dengan berbagai operasi penindakan. Satgas Nasional Rokok Ilegal dibentuk untuk menekan peredaran rokok tanpa pita cukai. Melalui Operasi Gurita, lebih dari 182 juta batang rokok ilegal berhasil ditindak.

Selain itu, sinergi Bea Cukai dan TNI AL menghasilkan penindakan besar terhadap 51,2 juta batang rokok ilegal di Perairan Riau dari KM Harapan Indah 99.

Operasi Laut Terpadu Semester I/2025 yang digelar melibatkan 43 kapal patroli dan 816 personel, berhasil menggagalkan penyelundupan 714 ton beras, 19,8 ton gula, serta 49,9 ton pasir timah yang hendak diekspor ke Malaysia.

Baca Juga :  Haidar Alwi Puji Sufmi Dasco Mampu Berperan Seperti Gajah Mada

Di perairan Timur Sumatra, tiga kasus penyelundupan pasir timah lain ditindak dengan total 95,25 ton barang bukti.

Puncaknya, pada Juli 2025, Bea Cukai bersama BNN dan TNI AL menggagalkan penyelundupan dua ton sabu dari MV Sea Dragon Tarawa. Penindakan ini disebut sebagai kasus narkotika terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *