Dampak dari kehadiran Jalan Lingkar Morotai ini tak perlu diragukan lagi. Direktur Eksekutif Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute, Ahmad Rijal Ilyas, menegaskan bahwa jalan ini telah memberikan lompatan signifikan terhadap peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Aksesibilitas yang lebih baik telah mendorong peningkatan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara. Jalan ini juga membuka akses ke berbagai titik penting seperti Bandara Leo Wattimena, pelabuhan, dan situs-situs sejarah,” ucapnya dalam pernyataan tertulis pada Jumat (30/05/2025).
Lebih dari sekadar penghubung destinasi wisata, jalan ini juga menjadi jalur cepat bagi distribusi hasil pertanian dan perikanan dari desa-desa ke pusat perdagangan.
Pemerintah daerah melaporkan adanya tren peningkatan aktivitas ekonomi lokal yang menggembirakan sejak Jalan Lingkar Morotai digunakan secara menyeluruh. Ini adalah bukti nyata bagaimana infrastruktur yang baik dapat menggerakkan roda perekonomian dari hulu ke hilir.
Hingga kini, Jalan Lingkar Morotai masih berfungsi dengan sangat baik, menunjukkan kualitas pengerjaan yang matang. Jalan ini terus diperkuat dengan pembangunan drainase serta pelebaran di beberapa titik rawan longsor, menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna.
Pemerintah pusat pun telah menetapkannya sebagai bagian integral dari konektivitas destinasi prioritas super di kawasan timur Indonesia, mengukuhkan perannya dalam kemajuan regional.
Proyek ini adalah warisan infrastruktur yang kokoh, hasil dari perencanaan matang dan pengawasan ketat, termasuk di bawah kepemimpinan Satrio Sugeng Prayitno kala itu.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











