JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, angkat topi atas langkah cekatan Polri dalam mengamankan dan mengendalikan situasi keamanan di Maluku Utara, Papua Tengah, dan Halamhera Tengah.
Polri mengerahkan ratusan personel untuk diberangkatkan ke wilayah Papua Tengah, dan Maluku Utara guna memperkuat pengamanan serta merespons perkembangan situasi kamtibmas di kedua daerah tersebut.
Adapun kekuatan personel yang disiapkan antara lain 100 personel Brimob untuk Papua Tengah, Tim Itwasum sebanyak 8 personel yang dibagi ke Papua Tengah dan Maluku Utara, Tim BIK 10 personel untuk Papua Tengah, Tim Divpropam 26 personel yang terbagi ke dua wilayah, serta Tim Bareskrim sebanyak 20 personel untuk Papua Tengah.
“Kami sangat apresiasi kinerja Polri yang berjibaku mengendalikan situasi konflik memanas di Maluku Utara, Papua Tengah dan daerah lainnya. Nyata adanya bahwa negara hadir untuk menjaga rakyat,” ujar Sandri kepada insan pers di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Sandri menegaskan bahwa konflik yang terjadi di Papua Tengah, Maluku Utara, dan daerah lainnya murni masalah sosial, dan bukan merupakan konflik SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
“Saya minta seluruh masyarakat di wilayah Indonesia bagian timur untuk tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar di media sosial. Saya tegaskan, ini bukan konflik SARA. Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang sengaja digireng-goreng untuk memecah belah. Torang semua besodara,” ujar Sandri.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan, namun persatuan harus tetap dijaga.
“Damai itu indah, perbedaan itu keniscayaan. Ingat, dari ujung Halmahera sampai tenggara jauh, torang semua basudara,” tambahnya.
Terkait penanganan situasi, Sandri meminta agar masyarakat mempercayakan sepenuhnya kepada pihak aparat keamanan.
Ia mengimbau warga untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang justru dapat memperkeruh situasi.
“Percayakan par aparat yang bekerja saja. Biarkan pihak kepolisian dan TNI bekerja maksimal memulihkan situasi. Mari kita jaga kedamaian untuk semua,” tegasnya.
Sementara itu, Polri mengerahkan ratusan personel untuk diberangkatkan ke wilayah Papua Tengah, dan Maluku Utara guna memperkuat pengamanan serta merespons perkembangan situasi kamtibmas di kedua daerah tersebut.
Adapun kekuatan personel yang disiapkan antara lain 100 personel Brimob untuk Papua Tengah, Tim Itwasum sebanyak 8 personel yang dibagi ke Papua Tengah dan Maluku Utara, Tim BIK 10 personel untuk Papua Tengah, Tim Divpropam 26 personel yang terbagi ke dua wilayah, serta Tim Bareskrim sebanyak 20 personel untuk Papua Tengah.
Untuk wilayah Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divpropam telah diberangkatkan pada Sabtu pagi menggunakan pesawat Beechcraft. Sementara 4 personel Itwasum masih dalam proses pencarian tiket keberangkatan.
Sedangkan untuk penguatan di Papua Tengah, total personel gabungan yang akan diberangkatkan berjumlah 148 personel. Mereka dijadwalkan berangkat pada Minggu, 5 April 2026 pukul 01.00 WIB.











