Gubernur Mahyeldi Dampingi Menteri PU Tinjau Normalisasi Batang Tompo dan Lokasi Sekolah Rakyat di Tanah Datar

Gubernur Mahyeldi Dampingi Menteri PU Tinjau Normalisasi Batang Tompo dan Lokasi Sekolah Rakyat di Tanah Datar
120x600
a

TANAH DATAR,OTONOMINEWS.ID- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendampingi Menteri PU, Dody Hanggodo meninjau normalisasi Batang Tompo Sitangkai di Jorong Taruko serta lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (21/5/2026).

Peninjauan diawali di kawasan Batang Tompo Sitangkai yang terdampak banjir bandang pada 12 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU menyampaikan bencana telah mengakibatkan kerusakan sejumlah jaringan irigasi, ruas jalan, serta penumpukan material di aliran sungai.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Gelar Tarhib Ramadhan dan Luncurkan Pesantren Ramadhan 1447 H

Menurut Dody, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah saat ini memfokuskan penanganan pada normalisasi sungai dan percepatan perbaikan jaringan irigasi guna mendukung aktivitas masyarakat, terutama sektor pertanian.

Ia menegaskan, penanganan infrastruktur pascabencana harus dilakukan secara terpadu tanpa lagi membedakan kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. Langkah itu, katanya, sejalan dengan Instruksi Presiden terkait percepatan penanganan infrastruktur serta dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

“Karena saat ini sudah memasuki musim tanam, maka irigasi menjadi prioritas utama. Kita ingin mendukung percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menyukseskan program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Halalbihalal Idul Fitri 1446 H Bersama FK3S Kabupaten Solok

Usai meninjau normalisasi sungai dan perbaikan irigasi, rombongan melanjutkan peninjauannya ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam.

Menteri PU menyebut, Sekolah Rakyat yang direncanakan dibangun di atas lahan seluas 16 hektare itu berpotensi menjadi yang terbesar di Sumbar dengan kapasitas hingga 3.000 siswa.

“Dalam perencanaannya, sekolah ini akan dilengkapi bangunan tiga lantai dan akses jalan menuju lokasi dengan lebar sekitar 5,5 meter,” ungkapnya.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *