Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah melakukan proses pematangan lahan, sementara pembangunan fisik akan segera dimulai setelah tahapan tersebut selesai
Dody juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan pembangunan Sekolah Rakyat, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
“Program ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh kementerian, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak agar pembangunan berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmennya untuk medukung penuh rencana pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Mahyeldi, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan masyarakat sekaligus menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan di daerah.
“Kita sangat mendukung program strategis ini. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten harus merespons secara cepat dan maksimal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Dengan peningkatan kualitas pendidikan, cita-cita Indonesia Emas 2045 insyaallah dapat terwujud,” ujar Mahyeldi.
Pada kesempatan yang sama Bupati Tanah Datar, Eka Putra menyampaikan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menyiapkan lahan seluas 16 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan tersebut berasal dari hibah keluarga besar Bapak Doni Oskaria (COO Danantara)
Ia meyakini pembangunan proyek tersebut akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat, karena tenaga kerja yang akan diprooritaskan terlibat dalam proses pembangunan adalah putra daerah. (adpsb/rmz/bud)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











