Kapolda Metro Jaya dan Demonstran Ojol Terlibat Negosiasi Alot hingga Baku Dorong

Kapolda Metro Jaya dan Demonstran Ojol Terlibat Negosiasi Alot hingga Baku Dorong
120x600
a

Negosiasi pun kembali terjadi. Kali ini Irjen Karyoto mengalah dan mengizinkan 25 perwakilan ojol masuk ke kantor Kemenhub.

Awalnya Ojol sempat keukeuh agar 50 orang perwakilan. Namun permintaan itu ditolak, hingga akhirnya sepakat pada angka 25 orang perwakilan saja yang masuk ke kantor Kemenhub.

“Mereka perwakilannya masih bingung berapa orang, saya bilang 10. (Ojol minta 50). Saya bilang atas nama aparat keamanan 25, saya ngomong ke sana,” kata Kapolda di lokasi.

Baca Juga :  Maxim Tegaskan Komitmen Kolaborasi dengan Pemerintah dan Tingkatkan Kesejahteraan Mitra

Selain soal jumlah perwakilan yang masuk ke kantor Kemenhub, Irjen Karyoto juga mengingatkan bahwa aksi demonstrasi ojol ini diberi batas waktu hingga pukul 18.00 WIB. Jika melewati batas waktu yang ditentukan, maka akan dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian.

“Kalau gak mau ikutin aturan, main aja 18.00 WIB, mengganggu ketertiban ya kita bubarkan (paksa),” pungkasnya.

Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menyatakan demonstrasi besar pengemudi ojek online menyasar Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Istana Merdeka, DPR RI, kantor-kantor aplikasi atau perusahaan aplikator.

Baca Juga :  Hasil Kajian: 2,4 Juta Ojol Disarankan Bersatu Bentuk Koperasi, Ini Alasan dan Pertimbangannya

Ia mengatakan, demo hari ini menjadi puncak kekecewaan para pengemudi online terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan aplikator terhadap regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Regulasi dimaksud yakni Kepmenhub KP Nomor 1001 Tahun 2022, terkait batasan maksimal potongan aplikasi sebesar 20 persen, namun selama ini aplikator diduga melakukan potongan aplikasi sampai 50 persen. (dmn)

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *