Pasca Gencatan Senjata, Perlu Strategi Baru untuk Dukung Kemerdekaan Palestina

Otonominews
Pasca Gencatan Senjata, Perlu Strategi Baru untuk Dukung Kemerdekaan Palestina
Kegiatan seminar bertemakan "Peran Indonesia dalam Mendukung Kemerdekaan Negara Palestina" yang berlangsung di Hotel Aston, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2025)/Kis.
120x600
a

“Rekonstruksi Gaza harus melibatkan warga Palestina sendiri dan tidak boleh menjadi agenda negara lain. Bantuan internasional perlu disalurkan langsung kepada Palestina,” katanya.

Selain itu, Indonesia harus mengaungkan solusi dua negara. Apalagi saat ini 146 negara telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

“Palestina sendiri telah menerima solusi dua negara, meskipun Hamas menolaknya. Namun Israel tidak pernah menyetujui solusi dua negara tersebut,” ujar Abdul Kadir.

Sedangkan Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengungkapkan bahwa momen gencatan senjata ini harus digunakan untuk menekan Israel. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan keputusan International Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC) yang telah memutuskan bahwa para pemimpin Israel harus bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Baca Juga :  Anggota TNI Polri Duduk di Jabatan ASN, Politisi PKS Sebut Tidak Sesuai Amanat Reformasi

“Bisa kita lihat bahwa upaya Indonesia dan masyarakat internasional tersebut berhasil menekan Israel, sehingga Israel kehilangan legitimasi moral. Ini adalah momen yang pas untuk terus mendorong dimulainya pembicaraan damai menuju solusi dua negara,” kata politisi PKS yang akrab disapa HNW ini.

Sementara itu Sekjen PKS, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi mengungkapkan, Palestina adalah satu-satunya negara dalam Konferensi Asia Afrika yang belum merdeka. Ini adalah fakta yang seharusnya semakin memacu kita untuk terus mendukung perjuangan mereka.

Baca Juga :  Nevi Zuairina Dorong Relokasi Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Payakumbuh

“Kita tidak boleh berhenti mengingat Palestina. Ini adalah sebuah kewajiban, bukan hanya bagi umat Islam, tetapi bagi seluruh umat manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan,” katanya.

Dukungan terhadap Palestina, lanjut dia, harus terus dikembangkan, baik melalui diplomasi, tekanan politik, maupun gerakan ekonomi seperti Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap pihak-pihak yang mendukung pendudukan ilegal di Palestina.

“Kita juga harus memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang saat ini sangat membutuhkan dukungan. Perjuangan ini tidak boleh berhenti, karena sejak tahun 1948 hingga saat ini, mereka terus berjuang demi hak dan kemerdekaan mereka,” tambahnya.[zlj]

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *