Kepala BSKDN Kemendagri Hadiri Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare di Subang

Kepala BSKDN Kemendagri Hadiri Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare di Subang
Kegiatan penanaman benih Jagung 1 juta hektar di Kabupaten Subang, Jawa Barat/Puspen Kemendagri.
120x600
a

“Dengan niat baik, kerja keras, kolaborasi, sinergi dengan seluruh stakeholder terkait lainnya dan juga masyarakat, utamanya dengan petani, insyaallah kita bisa mewujudkan semua [target swasembada pangan 2025],” ungkapnya di Kabupaten Subang, Selasa (21/1/2025).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa penanaman jagung serentak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Dengan target tanam seluas 1 juta hektare, diharapkan dapat menghasilkan sekitar 4 juta ton jagung dengan memanfaatkan bibit unggul yang memiliki produktivitas 8-10 ton per hektare.

Baca Juga :  Sesuai Amanat Permendagri, Plh Dirjen Keuda Kemendagri Dorong Pemprov Kepri Gunakan KKPD

Dia menegaskan, penanaman jagung tidak hanya dilakukan di Kabupaten Subang, tetapi juga akan berlangsung di sejumlah daerah lainnya seperti Kalimantan Barat (Kalbar). Oleh karena itu, proses penanaman tidak hanya dilakukan di lahan produktif, tetapi juga melalui pola tumpang sari di perkebunan kelapa sawit.

Sementara itu, rangkaian kegiatan panen telah direncanakan secara bertahap. Pada Februari 2025, panen perdana akan dilakukan di Kabupaten Kampar, Riau, dengan lahan seluas 40 hektare. Panen berikutnya dijadwalkan pada kuartal kedua di Kabupaten Bengkayang, Kalbar. Panen raya ketiga direncanakan pada Agustus 2025, dengan siklus tanam hingga panen yang akan terus berlanjut hingga Desember untuk memastikan keberlanjutan program.

Baca Juga :  Kemendagri Dukung Sinergitas Pengelolaan Laut Berkelanjutan untuk Ekonomi Biru

“Bapak Mentan, Bapak Kapolri, sesuai dengan rapat terakhir bahwa penanaman jagung terakhir itu dilaksanakan di bulan September. Kenapa di bulan September? Karena nanti insyallah akan dilaksanakan panen raya di bulan Desember, sehingga siklus tanam jagung sampai dengan panen dalam satu tahun itu bisa terbaca,” ungkapnya.[zlj]

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *