Insinuasi Amien Rais Sebagai Bentuk Tertinggi Keputusasaan Politik

Ketika Kritik Kehabisan Bukti, Fitnah Menjadi Senjata

Otonominews
Insinuasi Amien Rais Sebagai Bentuk Tertinggi Keputusasaan Politik
R. Haidar Alwi.
120x600
a

Oleh: R. HAIDAR ALWI – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB

TUDUHAN yang dilontarkan Amien Rais terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bukanlah kritik demokratis.

Itu adalah bentuk paling rendah dari politik insinuasi. Menyerang kehormatan pribadi ketika tidak mampu menyerang kebijakan dengan data dan bukti.

Demokrasi modern mengenal satu prinsip mendasar. Kritik yang sehat harus berbasis fakta, bukan gosip; berbasis bukti, bukan prasangka; berbasis akuntabilitas, bukan pembunuhan karakter.

Ketika tuduhan personal dilempar tanpa satu pun verifikasi yang dapat diuji publik, maka yang sedang dipertontonkan bukan keberanian moral, melainkan kepanikan politik.

Dunia internasional telah lama melihat pola seperti ini sebagai bentuk “sexualized political disinformation”, yakni penggunaan insinuasi moral dan seksual untuk merusak legitimasi tokoh politik tanpa perlu membuktikan kesalahan nyata. Yang demikian itu adalah teknik politik usang yang muncul ketika argumen substantif runtuh.

Ketika tidak mampu membuktikan korupsi, tidak mampu membuktikan penyalahgunaan kekuasaan, tidak mampu membuktikan pelanggaran hukum, maka yang diserang adalah kehidupan pribadi dan relasi personal.

Ironisnya, serangan ini justru memperlihatkan kelemahan penuduh sendiri. Sebab kedekatan antara Presiden dan pembantu utamanya adalah hal yang normal dalam seluruh sistem presidensial di dunia.

Presiden Amerika Serikat memiliki Chief of Staff yang sangat dekat. Perdana Menteri Inggris memiliki inner circle yang sangat eksklusif. Presiden Prancis memiliki secrétaire général de l’Élysée yang mengendalikan akses administratif paling sensitif. Tidak ada demokrasi yang berjalan tanpa orang kepercayaan.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *