OTONOMINEWS.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengajak seluruh kampus dan alumni untuk aktif bersinergi dalam menghasilkan riset serta hilirisasi inovasi berbasis kebutuhan nasional guna mendukung program pemerintah.
Hal tersebut disampaikan dua pembantu presiden Prabowo Subianto tersebut dalam acara IKA ITS Idul Fitri FunFest 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, di Ballroom Menara BNI, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan Mentan Amran mengungkapkan bahwa selama ini kualitas riset di perguruan tinggi sudah cukup baik, tetapi masih menghadapi kendala dalam aspek hilirisasi dan pemasaran hasil inovasi. Oleh karena itu, ia mendorong agar kampus lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar dan mampu mengkomunikasikan produk inovasinya secara efektif.
“Untuk itu penting kiranya dilakukaun kolaborasi antarperguruan tinggi tanpa sekat institusional, demi mendorong kemandirian nasional. Pemerintah siap memberikan dukungan penuh terhadap inovasi dalam negeri, asalkan institusi pendidikan berani melakukan produksi dalam skala besar serta menjamin kualitas produk yang dihasilkan,” katanya dalam keterangang tertullis yang diterima redakis, 13 April 2026.
Mentan yang juga merupakan bagian dari Majelis Wali Amanat ITS Surabaya mengajak seluruh alumni dan civitas akademika ITS untuk bersama-sama mendorong percepatan swasembada pangan, bahkan swasembada energi berbasis tanaman pertanian.
“Masalah pangan kita usahakan selesai, sekarang kita upayakan biofuel dan ke depan bioethanol. Kemarin ada inovasi ITS yang berhasil membuat bensin, saya akan ke kampus untuk kita coba produksi massal agar masalah energi dapat terpecahkan dan swasembada energi bisa kita segera kita capai,” tambahnya.
Secara khusus, Amran meminta ITS Surabaya untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan teknologi terapan, termasuk penyediaan alat dan mesin pertanian, serta inovasi kendaraan berbasis energi baru.
Ia mencontohkan pengembangan traktor perahu, mesin pemanjat kelapa, dan mobil hasil inovasi ITS yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penyempurnaan teknologi dan produksi massal.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Haji dan Umrah yang akrab disapa Gus Irfan juga meminta dukungan kalangan kampus dan alumni dalam mencariksan solusi dan inovasi guna mengatasi problam haji dan umrah yang kini masih dialami jamaah Indonesia.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












