Volume sampah sempat mencapai sekitar 6.970 ton, atau setara dengan kurang lebih 410 truk tronton. Kondisi ini dipicu oleh kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan sejak 9 Maret 2026.
Selain menyewa truk, Perumda Pasar Jaya telah melakukan penertiban dan penyaringan (screening) untuk memastikan alur pembuangan sampah tetap terkendali. Langkah ini penting agar penanganan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mencegah penumpukan berulang.
Untuk memperkuat sistem pengelolaan, Perumda Pasar Jaya menyiapkan rencana aksi berkelanjutan. Dalam jangka pendek, perusahaan tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit.
Armada ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026 guna memperkuat kemampuan pengangkutan internal.
Sementara itu, dalam jangka panjang, Perumda Pasar Jaya mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah berkelanjutan. Uji coba teknologi thermal hydrolysis serta sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) tengah disiapkan sebagai solusi inovatif untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya.
“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” pungkas Topik. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











