Selain itu, warga yang hadir dalam forum tersebut dibuat bingung, karena dr. Agus selaku perwakilan RS Bunda langsung membuka sesi tanya jawab tanpa didahului pemaparan materi yang jelas mengenai rencana pembangunan jembatan.
“Slide yang ditampilkan hanya judul sosialisasi tanpa penjelasan mengenai rencana teknis, urgensi pembangunan, maupun kajian dampaknya. Otomatis dong kami (para RT dan RW yang hadir) jadi bingung karena forum langsung masuk ke sesi pertanyaan. Kacau dah,” kata Leonard kepada jurnalis otonominews Deman, Rabu (11/3/2026).
Warga sendiri mengaku baru mengetahui bahwa RS Bunda sudah mengantongi izin dari Gubernur DKI Jakarta untuk membangun jembatan penghubung tersebut, namun harus mengurus Amdal dan PBG terlebih dahulu.
Persoalannya adalah, pihak-pihak yang terkait seperti Sudin Cipta Karya Jakarta Pusat maupun Sudin Bina Marga sama sekali tidak melakukan sosialisasi kepada warga setempat.
Leonard mengingatkan bahwa pembangunan jembatan tidak bisa dilakukan sembarangan, tapi harus melibatkan semua unit terkait karena ini menyangkut Cagar Budaya Kawasan Menteng yang sebagian masih terpelihara dengan baik.
Ia juga mempertanyakan keberadaan DPRD DKI Jakarta yang dinilai ‘diem bae’ alias diam seribu bahasa tanpa memberikan solusi kepada Warga Gondangdia.
“Saya mempertanyakan pembangunan jembatan RS. Bunda dalam hal ini Amdalnya. Dan kenapa sosialisasi tanpa pemaparan yang jelas. Seharusnya dijelasin dong ke warga Menteng tentang pentingnya jembatan tersebut tanpa mengurangi Amdal dan Cagar Budaya Menteng, gitu loh,” tuntas Leonard. (OTN- Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed










