JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus Campak di Ibu Kota.
“Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif. Jadi kami melakukan pemantauan dengan melakukan surveilans,” kata Ani Ruspitawati kepada insan pers di Jakarta, Rabu,(11/3/2026).
Sekedar informasi, Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular, umumnya menyerang anak-anak. Namun tidak menutup kemungkinan jika virus Campak menjangkit orang dewasa.
Ani Ruspitawati menjelaskan, pihaknya terus mencegah penularan virus Campak, dan melakukan pemantauan dengan cara mengumpulkan data-data (surveilans) terhadap masyarakat yang mengalami gejala awal.
Adapun gejala campak biasanya diawali demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan ruam merah khas di sekujur tubuh.
Dinkes pun telah menunjuk fasilitas kesehatan (faskes) sebagai lokasi pengumpulan data Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Jika dari hasil pengumpulan data ditemukan gejala, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
“Sejauh ini untuk domisili di Jakarta belum ada (positif Campak),” tegas Ani Ruspitawati.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed







