Meski di Jakarta terbilang aman, namun kasus positif Campak sudah ditemukan di daerah penyangga Ibu Kota. Dari itu dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus Campak.
“Daerah di sekitar Jakarta memang sudah mulai ada. Jadi ini tetap menjadi kewaspadaan kita sama-sama,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan campak saat periode mudik dan libur Lebaran 2026.
Tingginya mobilitas masyarakat pada periode Idul berpotensi memperbesar resiko penyebaran penyakit menular terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Kemenkes mencatat, hingga pekan ke-8 tahun 2026, terdapat 10.453 suspek campak. Dari jumlah tersebut sebanyak 8.372 kasus terkonfirmasi campak.
Total sudah ada 6 kasus kematian akibat campak selama periode tersebut. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan jika imunisasi merupakan cara paling efektif untuk melindungi anak dari risiko campak.
“Campak ini yang meninggal sudah ada puluhan karena anaknya tidak diimunisasi. Padahal imunisasinya sudah ada dan efektif,” kata Budi di kantor Kementerian Kesehatan pada Senin,(9/3/2026). (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed







