8. Padukuhan Dengok, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta.
Dari delapan lokasi tersebut, enam titik telah rampung dan dimanfaatkan masyarakat. Tiga titik di wilayah Gunungkidul masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan tuntas pada Maret 2026.
Sebelumnya, sejumlah daerah seperti Kabupaten Lebak, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kabupaten Tasikmalaya juga telah mengajukan permohonan pembangunan sumur bor. Di Kabupaten Gunung Kidul, misalnya, tiga desa menjadi prioritas penerima bantuan, yakni Desa Pudak (Kecamatan Tepus), Desa Panca Rejo (Kecamatan Semanu), dan Desa Rejosari (Kecamatan Semin), dengan total ratusan kepala keluarga penerima manfaat serta kedalaman sumur bervariasi antara 60 hingga 100 meter.
Di Kabupaten Bantul, pembangunan sumur bor dilakukan di tiga dusun dengan kedalaman antara 100 hingga 120 meter. Sementara di Kabupaten Lebak, bantuan diberikan kepada warga Desa Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung. Adapun di Kabupaten Tasikmalaya, bantuan menyasar Dusun Kubang Sidamulya yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk memperoleh air bersih.
Dalam sambutannya di Bantul pada 8 Februari 2026, Prof. Zudan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Program KORPRI Peduli.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari Program KORPRI Peduli sebagai wujud kepedulian dan pengabdian KORPRI kepada masyarakat. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi mitra aktif dalam penyelenggaraan program ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa selain pembangunan sumur bersih, Program KORPRI Peduli juga telah menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Sumatera dan Kabupaten Pati. Pada 2025, pembangunan sumur bersih telah dilaksanakan di Kabupaten Lebak, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kabupaten Bantul.
“Di tahun 2026, program ini akan terus berlanjut. Dalam waktu dekat, pembuatan sumur bersih akan menyusul di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Wonogiri,” tambahnya.
Prof. Zudan menegaskan bahwa KORPRI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi bagi ASN, tetapi juga sebagai wadah pengabdian sosial.
“Kami ingin menegaskan bahwa KORPRI bukan hanya organisasi profesi ASN, tetapi juga wadah pengabdian sosial. Semoga sumur-sumur ini menjadi sumber keberkahan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menjadi simbol solidaritas ASN untuk Indonesia,” tegasnya.
Melalui program ini, DPKN berharap keberadaan sumur bor dapat membantu masyarakat menghadapi musim kemarau, mengurangi beban biaya kebutuhan air, serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga di daerah-daerah terdampak krisis air. Komitmen tersebut sekaligus menegaskan peran strategis KORPRI dalam mendukung percepatan pembangunan nasional melalui aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











