Pergolakan di Selat Hormuz adalah Pertanda Krisis Pasokan Minyak Global

Pergolakan di Selat Hormuz adalah Pertanda Krisis Pasokan Minyak Global
R Haidar Alwi
120x600
a

Bahkan jika kapal perang berhasil mengawal beberapa tanker, banyak perusahaan pelayaran mungkin tetap memilih menunda pengiriman hingga risiko keamanan benar-benar menurun.

Secara strategis, Iran juga tidak harus menutup selat secara permanen untuk mengganggu pasar energi.

Dengan doktrin perang laut asimetris, gangguan kecil seperti serangan drone, ranjau laut, atau ancaman rudal anti-kapal sudah cukup untuk menciptakan ketidakpastian besar bagi pelayaran komersial.

Dalam pasar minyak yang sangat sensitif terhadap risiko geopolitik, ketidakpastian semacam ini saja sudah cukup untuk mendorong lonjakan harga.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Pesta Rakyat dan Santunan 1 Juta Anak Yatim Mengiringi Kepemimpinan Prabowo-Gibran 2024-2029

Bagi pasar energi global, pengerahan militer AS ke Selat Hormuz dapat dibaca sebagai tanda bahwa gangguan pasokan berpotensi berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.

Ketika jalur energi utama dunia membutuhkan intervensi militer untuk tetap terbuka, pasar cenderung memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak.

Implikasinya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara produsen minyak di kawasan Teluk, tetapi juga oleh negara-negara importir energi di Asia.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Membaca Jebakan Politik dari Wacana Darurat Militer hingga Reformasi Polri.

Lonjakan harga minyak dapat memicu kenaikan harga bahan bakar, meningkatkan tekanan inflasi, serta memperbesar beban fiskal bagi negara yang masih memberikan subsidi energi.

Dengan demikian, pengiriman pasukan AS ke Selat Hormuz bukan sekadar operasi pengamanan maritim. Langkah tersebut juga mencerminkan bahwa jalur energi paling penting di dunia sedang berada dalam tekanan geopolitik yang serius.

Alih-alih menandakan bahwa krisis segera berakhir, pengerahan militer justru bisa menjadi indikator bahwa dunia sedang memasuki fase krisis energi yang lebih dalam.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Keputusan Prabowo dan Diplomasi Dasco Selamatkan Marwah Aceh

Jakarta, 4 Maret 2026

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *