Organisasi Mahasiswa Sebut Prabowo-Gibran Boneka Imprealis Zionis Israel-AS

Organisasi Mahasiswa Sebut Prabowo-Gibran Boneka Imprealis Zionis Israel-AS
Ketua DPD GMNI DKI Jakarta Deotatus Sunda Se.
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Sikap Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam percaturan geopolitik yang tunduk taat pada Amerika Serikat (AS) – Israel membuat murka aktivis mahasiswa.

Sejumlah organisasi kemahasiswaan dan pemuda mengecam keras serangan Israel-Amerika Serikat ke negara berdaulat Iran sebagai imperialisme keji.

Secara khusus, gerakan mahasiswa dan pemuda sangat menyesalkan sikap Prabowo-Gibrab sebagai boneka dan anetek-antek zionis Israel dan Imprealis Amerika Serikat (AS).

Setidaknya ada 7 organisasi kemahasiswaan yang menyatakan sikap kecaman tersebut dalam sebuah aksi damai di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Ketujuh organ kemahasiswaan dan aktivis itu adalah: Front Mahasiswa Nasional, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta, Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Jakarta Selatan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta Pusat – Jakarta Utara, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jakarta Pusat, Pemuda Baru Kapuk (PBK), serta Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA).

Baca Juga :  Rekapitulasi Suara Provinsi Jabar Senin 11 Maret 2024, Prabowo-Gibran Unggul 58,58 Persen

Dalam pernyataan sikap ini, kalangan mahasiswa dan pemuda menyebut rezim Prabowo-Gibran telah secara terang-terangan menunjukkan watak sesungguhnya sebagai boneka imperialis AS.

“Pemerintahan Prabowo-Gibran tanpa ditodong rudal balistik, tapi dengan sigap tunduk dan taat pada tuntutan Presiden AS Donald Trump sejak ditetapkannya tarif impor AS dan negosiasi-negosiasi selanjutnya,” demikian dinyatakan para mahasiswa dalam keterangannya kepada Insan Pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga :  Ketua Dewan Pakar PPP H. Norman Fauzi, Ucapan Cak Imin yang Ragukan Ke-NU-an Khofifah Tak Pantas

“Tindakan menjijikkan Prabowo-Gibran berpuncak pada penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dan ISF. Semuanya berbanding terbalik dengan omon-omon kedaulatan bangsa dan cecaran antek asing tehadap gerakan rakyat,” lanjutnya.

ART sendiri adalah konsensi dagang di mana Indonesia menerima kewajiban untuk mengimpor komoditas AS, menjadi sasaran ekspor dan penanaman modal, pembukaan akses untuk penjarahan sumber daya berharga.

Selanjutnya, keterlibatan Indonesia dalam BoP dan ISF berarti Indonesia terlibat dalam normalisasi penindasan dan penyingkiran rakyat Palestina oleh entitas Zionis.

Semua ini dilakukan rezim fasis Prabowo-Gibran (Rezim PG) di tengah rakyat yang ditindas. Hak demokrasi rakyat digerus, aktivis dan rakyat kritis diburu dan dikriminalisasi, perampasan tanah dan ruang hidup akibat monopoli tanah, pemangkasan anggaran rakyat dan layanan sosial untuk MBG dan PSN-PSN, serta upah sangat murah bagi buruh dan guru.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *