Presiden Prabowo Siapkan Bintang Mahaputra untuk Kapolri: Apresiasi Kenegaraan dan Legitimasi Sosial Berbasis Kinerja dan Data

Otonominews
Presiden Prabowo Siapkan Bintang Mahaputra untuk Kapolri: Apresiasi Kenegaraan dan Legitimasi Sosial Berbasis Kinerja dan Data
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
120x600
a

Oleh: Erha (Analis Geopolitik Institusional)

AWAL Februari 2026 menghadirkan dua momentum yang berdekatan secara waktu namun memiliki resonansi yang lebih luas dalam konteks institusional.

Pada 9 Februari 2026, Rapat Kerja Nasional Haidar Alwi Institute menetapkan penghargaan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Paling Dipercaya dan Dicintai Rakyat Era Reformasi.

Empat hari kemudian, Jumat 13 Februari 2026 pukul 08.30 WIB di Palmerah, Polres Metro Jakarta Barat, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan Gudang Ketahanan Pangan, serta menyampaikan rencana pemberian Bintang Mahaputera kepada Kapolri.

Baca Juga :  Sandri Rumanama Paparkan Analisis Kinerja Polri 2025: Polri Presisi Terbukti Nyata

Kedua peristiwa ini berlangsung dalam ruang yang berbeda, satu dalam forum evaluasi kelembagaan, satu dalam panggung kenegaraan, namun mengarah pada simpul yang sama: penguatan legitimasi kepemimpinan Kapolri.

Rakernas 9 Februari dan Fondasi Evaluasi Berbasis Data.

Penghargaan yang diberikan dalam Rakernas 9 Februari merujuk pada Survei Nasional Terbaru Haidar Alwi Institute yang dilakukan pada awal 2026.

Untuk memahami substansi hasil tersebut, penulis menghubungi Ir. R. Haidar Alwi, MT – Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB , melalui sambungan telepon pada Jumat siang pukul 11.00 WIB.

Baca Juga :  Desakan KRP Batalkan Perpol Gagal Total dengan Kebijakan Prabowo Terbitkan PP

Dalam keterangannya kepada penulis, Haidar Alwi menjelaskan bahwa survei tersebut menggunakan lima indikator utama, yakni keamanan dan ketertiban, penegakan hukum, perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, integritas dan profesionalisme, serta tingkat kepercayaan publik.

“Hasil pengolahan indeks komposit menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Kapolri berada pada angka 78,3 persen dengan skor rata-rata nasional 7,92. Itu menunjukkan evaluasi yang relatif stabil dan konsisten di berbagai kelompok masyarakat,” ujar Haidar Alwi.

Angka tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan gabungan dari beberapa dimensi penilaian yang saling berkaitan.

Angka 78,3 persen bukan sekadar statistik. Ia mencerminkan pengalaman sosial masyarakat dalam aspek keamanan, pelayanan, dan kepastian hukum. Ketika indikator-indikator itu bergerak selaras, maka kepercayaan publik ikut menguat.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *