Karena itu, Tiongkok mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo untuk secara nyata meningkatkan standar gizi anak-anak dan perempuan di Papua. “Kami berharap kerja sama antara Pemerintah Tiongkok, UNICEF, dan Pemerintah Indonesia dapat terus menjadi contoh teladan kerja sama tripartit yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Li Hongwei.
Sekretaris Utama BGN, Sarwono, mengatakan bahwa kolaborasi dengan mitra internasional membantu memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, terutama melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan teknis.
Sementara itu, Juru Bicara BGN Dian Fatwa menambahkan bahwa MBG bukan hanya program pemberian makanan, tetapi penguatan ekosistem layanan gizi yang berdampak jangka panjang. “Program MBG menjawab kebutuhan Papua dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik secara konsisten, mereka memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan menjadi generasi Papua yang kuat,” ujarnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama Pemerintah Indonesia, UNICEF, dan Pemerintah Tiongkok untuk terus memperkuat sistem gizi berbasis komunitas dan berorientasi pada kualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Papua dan percepatan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












