Meningkatnya Data Korban MBG Wujud Keberhasilan Sistem Transparansi dan Partisipasi

Otonominews
Meningkatnya Data Korban MBG Wujud Keberhasilan Sistem Transparansi dan Partisipasi
120x600
a

Oleh : R. HAIDAR ALWI. (Pemikir Bangsa/
Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Keluarga Alumni ITB)

ANGKA korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cepat disimpulkan sebagai bukti kegagalan negara. Kesimpulannya terdengar logis, emosional, dan mudah dicerna. Namun justru di titik inilah publik perlu berhenti sejenak, apakah angka korban yang besar selalu berarti situasi memburuk, atau justru menandakan transparansi?

Selama puluhan tahun, keracunan makanan anak sekolah adalah kejadian rutin yang hampir tidak pernah tercatat secara nasional. Jajanan sekolah, katering murah, makanan hajatan, hingga bekal yang disimpan berjam-jam di suhu ruang, semuanya menyimpan risiko.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Cinta Kasih Sebagai Manifestasi Ketuhanan, Perspektif Filsafat dan Sinergitas Kapolri

Anak muntah, diare, pusing, lalu pulang. Kasus selesai di rumah, puskesmas, atau bahkan dianggap masuk angin. Tak ada konferensi pers, tak ada laporan nasional, apalagi audit sistemik.

MBG Mengubahnya Secara Radikal.

Untuk pertama kalinya, negara membangun satu sistem konsumsi massal yang terdata siapa memasak, siapa mendistribusi, siapa menerima, dan kapan kejadian terjadi.

Ketika satu anak muntah, kejadian itu tidak lagi menguap sebagai peristiwa pribadi, tetapi masuk ke dalam statistik negara. Ketika puluhan anak dirawat, kasusnya tidak disembunyikan oleh sekolah atau dapur, melainkan dilaporkan, diliput, dan diperdebatkan secara nasional.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Transfer Data ke AS Belum Sah, Media Harus Luruskan Fakta demi Kedaulatan Digital

Akibatnya, angka melonjak. Bukan karena keracunan baru muncul, melainkan karena keracunan yang selama ini tak pernah terlihat kini dipaksa muncul ke permukaan.

Paradoksnya, transparansi sering disalahpahami sebagai kegagalan. Padahal, negara yang gagal justru adalah negara yang tidak tahu apa-apa.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *