Sensor Kualitas Udara RDF Rorotan Tidak Dimatikan, Kadis DLH DKI: Masih Uji Kalibrasi Biar Mantap

Sensor Kualitas Udara RDF Rorotan Tidak Dimatikan, Kadis DLH DKI: Masih Uji Kalibrasi Biar Mantap
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa Sistem Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, tidak dimatikan.

Rumor yang beredar di masyarakat terkait penghentian alat pemantau kualitas udara dipastikan tidak benar, alias Hoaks.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa SPKU saat ini tengah menjalani uji kolokasi atau kalibrasi lapangan untuk memastikan data kualitas udara dan kebauan yang dihasilkan akurat, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Baca Juga :  Respon Keluhan Warga, RDF Rorotan Beroperasi Secara Terbatas 5 Hari Kerja

“Tidak ada pemadaman atau penghentian pemantauan. Yang dilakukan adalah proses kalibrasi lapangan agar sensor membaca kondisi lingkungan secara tepat dan tidak menimbulkan salah tafsir terhadap data mentah,” tegas Asep. Pada, Minggu (1/2/2026)

Asep menjelaskan, uji kolokasi merupakan tahapan teknis yang lazim dilakukan pada sistem pemantauan kualitas udara, terutama pada teknologi baru. Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bias sensor akibat karakter lingkungan setempat, termasuk pengaruh wilayah pesisir.

Baca Juga :  Dinas Lingkungan Hidup DKI Pastikan Tak Ada Penghentian Operasi RDF Plant Rorotan

Sejak akhir Desember 2025, DLH telah memasang delapan unit SPKU di sekitar RDF Plant Rorotan. Seluruh SPKU tersebut dilengkapi sensor pemantauan kebauan ambien dengan parameter antara lain amoniak, hidrogen sulfida, metil merkaptan, metil sulfida, dan stirena. Sistem ini menjadi yang pertama di Indonesia yang secara khusus dilengkapi sensor pengukur kebauan ambien.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *